HUT ke-131 Lombok Timur, Ini Uraian dan Pesan Tausiyah TGB

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 17:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyampaikan sejumlah pesan dalam tausiyahnya pada peringatan HUT ke-131 Kabupaten Lombok Timur yang bertemakan “Lombok Timur Maju, Sejahtera dan Berdaya Saing”.

 

TGB menyebutkan, masyarakat Lombok Timur, jika dilihat dalam teori seorang sosiolog Islam bernama Ibnu Khaldun, sebenarnya sudah memiliki syarat yang diperlukan untuk maju dan berhasil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Apa itu? Pertama, hubbul ilmi, cinta ilmu. Kita lihat kampus di mana-mana di Mataram, isinya orang Lombok Timur,” ujar TGB dalam tausiyah pada peringatan HUT ke-131 Kabupaten Lombok Timur, Senin (31/8/2026), seperti dikutip dari video di akun YouTube @Video Penuh Hikmah.

 

Ia mengatakan, banyak perguruan tinggi, bahkan di luar daerah, mahasiswa asal NTB juga banyak yang berasal dari Lombok Timur.

 

“Ketika saya sampai di Mesir, saya lihat dan berjumpa dengan mahasiswa Al-Azhar yang berasal dari NTB. Ternyata paling banyak asalnya dari Lombok Timur,” ujar TGB.

 

“Pergi ke Jogja ceritanya sama, berangkat ke Malang sama juga. Bahkan ke Bandung yang rasanya sebagian agak jarang, ternyata juga mahasiswa dari NTB itu paling banyak dari Lombok Timur,” sambungnya.

 

Menurut TGB, kecintaan masyarakat Lombok Timur terhadap ilmu tersebut harus terus dijaga dan diarahkan untuk kemajuan daerah.

 

“Belajar nak, nanti pulang bangun Lombok Timur,” pesannya.

 

TGB juga mengingatkan kiprah ulama besar asal Lombok Timur di Tanah Suci, di antaranya almagfurulahu TGH Umar Kelayu yang pernah mengajar di Masjidil Haram dan merupakan guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

 

“Tuan Guru Umar Kelayu itu dulu mengajar di Masjidil Haram. Bahkan salah satu muridnya, pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, adalah salah satu murid dari putra hebat yang lahir dari tanah yang berkah ini, yang namanya Tuan Guru Haji Umar Kelayu,” tuturnya.

 

Ia juga menyebut nama Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai salah satu murid paling cemerlang dalam sejarah Madrasah Solatiyah Makkah.

Baca Juga:  50 Siswa SMP Tahfiz Insan Madani Jadi Pengisi Paduan Suara Upacara HUT RI ke-81 di Kecamatan Jerowaru

 

Yang kedua, kata TGB, adalah muhibbun lissafar, yakni berani bepergian. Ia mengutip perkataan Imam Syafii.

 

“Artinya, kalau kamu mau maju, kamu harus berani bepergian meninggalkan rumahmu mencari ilmu, mencari sesuatu yang baik untuk mengembangkan kapasitas dirimu sebagai hamba Allah,” urainya.

 

Lalu yang ketiga, kata mantan Gubernur NTB ini, orang Lombok Timur memiliki syarat yang diperlukan agar masyarakat menjadi maju. Apa itu? Al-infitahu ‘alal akharin, yaitu memiliki sikap terbuka terhadap orang lain.

 

Menurut TGB, orang Lombok Timur memiliki sifat terbuka tersebut.

 

“Maka siapapun yang datang ke Lombok Timur ini, kita terima sebagai tamu, begitu nggeh, bapak ibu, nggeh! Kita terima sebagai tamu. Maka siapapun yang datang ke Lombok Timur, ikut bersama membantu Lombok Timur, membangun, berkiprah, melakukan hal-hal yang baik di Lombok Timur, walaupun dia tidak lahir di Lombok Timur, hakikatnya dia bagian dari kita, masyarakat Lombok Timur,” paparnya.

 

Tiga sifat tersebut, lanjut TGB, perlu dilengkapi dengan satu sifat yang sangat penting, yakni as-syaja’atu ‘alal haq, yang berarti berani menegakkan kebenaran.

 

“Kalau empat ini tetap terus hidup dalam diri kita dan lalu kita ikat dengan satu ikatan yang sangat penting,” katanya. Satu ikatan, itu apa? TGB kemudian mengutip pendapat seorang ahli sekaligus ulama dari Maroko, Malik bin Nabi. Ia menyebutkan bahwa semua faktor yang baik harus diikat dengan satu ikatan.

 

“Apa ikatan yang mengokohkan sifat yang baik itu? Itulah yang disebut dengan ad-din atau ajaran agama. Alhamdulillah, Lombok Timur ini juga tempat yang religius,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, sangat banyak masjid di sini, sangat banyak pondok pesantren di sini, tuan guru, pengajian-pengajian, majelis taklim. “Insyaallah, jadikan itu sebagai aset yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya luar biasa untuk membangun Lombok Timur,” pesannya. (Net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katantb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TGH Saiful Islam Sibawaih Beri Tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Nurul Ikhsan Kelotok
50 Siswa SMP Tahfiz Insan Madani Jadi Pengisi Paduan Suara Upacara HUT RI ke-81 di Kecamatan Jerowaru
Sempat Terancam Jual Rumah demi Berobat, Saniah Dipulangkan Gratis ke Lombok 
Kandang Ayam Diduga Milik BUMDes Rempung Dibangun di Kompleks Sekolah Picu Protes Orang Tua Siswa, Ketua APM2 Buka Suara
Anggota DPRD Lombok Timur Dapil II Mahdan Beri Sinyal Program untuk Ruang Ngaji MDT Salikussibyan
Ruang Belajar Sederhana Tak Surutkan Semangat Santri MDT Salikussibyan Ngaji
Usai Potong Sapi Jadi Menu MBG, Wakasek SMP Tahfiz Insan Madani Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak
Pertama di NTB! Dapur MBG Insan Madani Potong Sapi, Kolaborasi dengan BUMDes Sukaraja Tuai Apresiasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:23 WITA

TGH Saiful Islam Sibawaih Beri Tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Nurul Ikhsan Kelotok

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:51 WITA

50 Siswa SMP Tahfiz Insan Madani Jadi Pengisi Paduan Suara Upacara HUT RI ke-81 di Kecamatan Jerowaru

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:48 WITA

Sempat Terancam Jual Rumah demi Berobat, Saniah Dipulangkan Gratis ke Lombok 

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:24 WITA

Kandang Ayam Diduga Milik BUMDes Rempung Dibangun di Kompleks Sekolah Picu Protes Orang Tua Siswa, Ketua APM2 Buka Suara

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:02 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur Dapil II Mahdan Beri Sinyal Program untuk Ruang Ngaji MDT Salikussibyan

Berita Terbaru

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. saat memberikan sambutan dalam acara Orientasi Akademik Mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram pada Selasa (1/9) kemarin.

Mataram

Akan jadi Kampus Internasional, Ini Pesan Rektor UIN Mataram

Selasa, 1 Sep 2026 - 20:06 WITA