KataNTB.com | MATARAM — Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mencetak sejarah baru dengan menerima mahasiswa luar negeri untuk pertama kalinya. Pada tahun akademik ini, tercatat ada tiga mahasiswa asing yang resmi menempuh pendidikan di program Pascasarjana UIN Mataram. Ketiga mahasiswa tersebut masing-masing berasal dari Nigeria, Afganistan, dan Sudan, serta mengambil program studi Ekonomi Syariah.
Direktur Pascasarjana UIN Mataram, Prof. Dr. Subhan Abdullah Acim, M.A., memaparkan bahwa ketiga mahasiswa tersebut terpilih melalui jalur seleksi ketat yang dibuka khusus di luar negeri. Mereka telah melewati serangkaian tes dan dinyatakan lulus setelah memenuhi standar kualifikasi internasional yang ditetapkan kampus.
“Ketiga mahasiswa ini membuktikan bahwa UIN Mataram akan siap go internasional,” jelasnya di hadapan para peserta acara Orientasi Akademik Mahasiswa (OAM) Pascasarjana UIN Mataram, Selasa (1/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pada tahun depan, UIN Mataram menargetkan diri menjadi salah satu kampus bertaraf internasional, sehingga mahasiswa dari seluruh penjuru dunia bisa berkuliah di Mataram. “Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Standar kita sudah naik, tidak lagi di tingkat nasional, namun juga internasional,” tegasnya.
Menyambung hal tersebut, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Mataram, Prof. Dr. Saparudin, M.Ag., mengingatkan bahwa pencapaian ini harus dibarengi dengan kesiapan internal kampus. UIN tidak hanya harus berbangga dengan kehadiran mahasiswa dari luar negeri, namun juga harus menyiapkan diri agar bisa setingkat lebih maju guna bersaing dengan kampus lain yang bertaraf internasional.
“Secara kualitas publikasi ilmiah, kita harus bertaraf internasional juga. Kita harus berusaha tampil di forum-forum internasional guna turut berpartisipasi menyumbangkan ide dan gagasan, tak hanya di Indonesia, namun di ranah dunia,” papar akademisi yang akrab disapa Prof. Sapar tersebut.
Hal ini, lanjutnya, harus diimbangi oleh para civitas akademika UIN Mataram dengan memperbanyak diskusi dan berbagi literatur dari luar negeri, sehingga terbuka wawasan yang lebih global dan dapat diterima dunia.
“Ke depan kami dorong mahasiswa ataupun dosen tidak hanya menjadi peserta dalam forum internasional, tapi juga pembicara. Beberapa bulan lalu kami coba fasilitasi mahasiswa kita untuk tampil di Thailand dan Malaysia. Alhamdulillah hasilnya sangat positif. Terlebih jalinan kerja sama kita dengan negara-negara tersebut sudah baik, bahkan kita sudah menerapkan PPL luar negeri,” tambahnya.
Kehadiran mahasiswa asing ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa baru UIN Mataram untuk tampil jauh lebih produktif lagi, terutama dalam menyumbangkan ide-ide di forum internasional. Dengan demikian, UIN Mataram tak lagi sebatas menjadi rujukan penelitian berskala lokal, namun juga bisa menjadi referensi dunia, terutama di bidang penelitian. (bal)















