Lombok Timur – Para santri dan santriwati tampak ceria duduk berdampingan saat mengikuti proses belajar- mengajar di sebuah ruangan sederhana yang jauh dari kesan mewah. Kondisi tembok dan jendela yang berdinding papan yang sudah mulai lapuk bahkan sebagiannya bolong. Dengan mengenakan seragam biasa rapi, mereka keduanya dipisahkan tempat duduknya, beralaskan tikar kertas seadanya, sambil memegang Al-Qur’an dan buku tulis.
Meski harus belajar di tengah keterbatasan fasilitas, para santri dan santriwati tetap antusias mengikuti kegiatan ngaji sore seusai menunaikan ibadah shalat Asar di Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDT) Salikussibyan, Dusun Kelotok, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.
Salah satu santriwati MDT Salikussibyan, Lisa Aprilia mengaku, sangat senang bisa terus belajar di Madrasah Diniyah Taklimiyah Salikussibyan. “Belajar ngaji di sini menyenangkan. Alhamdulillah saya sudah bisa menghafal Al-Qur’an, meski itu baru hanya juz 30,” ujarnya, kepada KataNTB.com, Senin, (26/01/26)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MDT Salikussibyan, Ustadz Azizurrahman mengungkapkan, keterbatasan fasilitas belajar, tentunya, sebagai Kepala Madrasah Diniyah Taklimiyah Salikussibyan Kelotok, saya menyadari sepenuhnya bahwa proses pembelajaran di Diniyah kami masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas yang cukup memadai.
“Sarana belajar yang ada saat ini belum sepenuhnya memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal, baik dari segi ruang belajar, perlengkapan pendidikan, maupun fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.
Namun demikian, sebutnya, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para Ustadz, Ustadzah, dan para santri untuk terus menuntut ilmu agama.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memberikan pendidikan Diniyah yang terbaik, menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, serta membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” terangnya.
Lanjutnya, kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari masyarakat luas, khususnya para pemangku kebijakan seperti Kepala Desa serta anggota DPR, agar keberadaan Diniyah Salikussibyan Kelotok dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.
“Bantuan dan dukungan, baik dalam bentuk fasilitas, sarana prasarana, maupun perhatian kebijakan, akan sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan Diniyah ini,” katanya.
Sambungnya, “Kami yakin, dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan wakil rakyat, Diniyah Salikussibyan Kelotok dapat menjadi lembaga pendidikan Islam yang lebih baik dan mampu mencetak generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (LN)














