Lombok Timur – TGH Saiful Islam Sibawaih mengungkap berbagai keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW dalam tausiahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Nurul Ikhsan Kelotok, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Senin 24 Agustus kemarin.
Salah satu keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW yang disampaikan TGH Saiful Islam adalah Allah SWT memberikan pahala kepada seseorang yang telah memiliki niat untuk melakukan kebaikan.
“Apalagi niat baik yang kemudian diwujudkan dalam perbuatan akan mendapatkan pahala yang lebih besar. Sebaliknya, ketika seseorang berniat melakukan keburukan tetapi tidak sampai mewujudkannya dalam perbuatan karena ingat kepada Allah SWT, niat tersebut akan dicatat satu pahala kebaikan dan tidak dicatat sebagai dosa,” terang TGH Saiful Islam Sibawaih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW juga terlihat dari usia umatnya yang relatif lebih pendek dibandingkan umat nabi-nabi terdahulu. Meski demikian, Allah SWT memberikan berbagai kesempatan kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk meraih keutamaan dan keberuntungan di akhirat.
Namun, ada satu hal yang menurut TGH Saiful Islam sangat menyentuh, yakni kecintaan umat kepada Rasulullah SAW meskipun tidak pernah bertemu secara langsung.
Ia menjelaskan, seseorang biasanya mencintai orang yang pernah dikenal atau ditemuinya. Namun, umat Nabi Muhammad SAW yang hidup setelah beliau tetap mencintai dan mengimani Rasulullah SAW, meski tidak pernah melihat wajah beliau secara langsung.
“Kalau seseorang cinta kepada orang yang pernah dilihat, itu hal yang biasa. Tapi kalau cinta kepada seseorang yang belum pernah dilihat, ini cinta yang istimewa. Karena cintanya tidak digantungkan dengan apa pun,” tuturnya.
TGH Saiful Islam kemudian menyampaikan hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Sa’id Al-Khudri RA. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan keberuntungan bagi orang-orang yang beriman kepada beliau, termasuk mereka yang tidak pernah melihat beliau secara langsung.
Ketika ditanya tentang makna keberuntungan tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan tentang thuba, sebuah pohon di surga yang naungannya dapat ditempuh selama seratus tahun perjalanan. Dan itu diperuntukkan untuk umatnya yang beriman tanpa pernah melihat Rasulullah SAW secara langsung.
Bagi TGH Saiful Islam, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan kita seorang muslim dengan Rasulullah SAW tidak terhalang oleh jarak dan zaman.
Meski tidak pernah duduk bersama Rasulullah SAW, tidak pernah berjabat tangan dan tidak pernah melihat wajah beliau. Namun, selain mengenang hari lahirnya, kita umat Islam hari ini tetap bisa menunjukkan cinta dengan menjaga iman, mengikuti ajaran, serta memperbanyak berselawat sebagai bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.
“Allahummasholiala sayyidina Muhammad wa ala Ali sayyidina Muhammad,” ucap TGH. Saiful Islam yang kemudian diikuti jamaah.
Sambungnya, “Semoga dengan kita merayakan maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita dijauhkan dari segala musibah oleh Allah SWT,” tutupnya. (LN)















