Pasca Sabet Juara Umum WIA, Desa Wisata Bilebante Terima Studi Tiru Dispar Jatim

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Katantb.com – Pasca menyabet juara umum pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) pekan kemarin, Desa Wisata Bilebante menarik perhatian berbagai daerah. Tak lama setelah menerima penghargaan tersebut, desa ini menjadi rujukan studi tiru, salah satunya oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang melaksanakan kunjungan studi tiru ke Desa Wisata Bilebante pada Senin (15/12).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi tiru sekaligus berbagi pengalaman terkait pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Rombongan Dispar Provinsi Jawa Timur ingin melihat secara langsung pengelolaan Desa Wisata Bilebante yang berhasil meraih prestasi tertinggi pada ajang WIA tingkat nasional. “Ini kan sebenarnya dalam rangka kita studi tiru, bukan studi banding iya, tapi studi tiru,” ujar Adyatama Parekraf Ahli Muda Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Dyah Sukma Novianti.

Ia menjelaskan, pada ajang WIA, Desa Wisata Bilebante menjadi satu-satunya desa wisata dari Nusa Tenggara Barat yang berhasil menembus 30 besar sekaligus meraih juara umum. “Karena dalam rangka event WIA kemarin, mungkin satu-satunya NTB yang masuk ke 30 besar tapi langsung masuk di juara umumnya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk saling berbagi praktik baik antar daerah, khususnya dalam pengembangan desa wisata dan pemberdayaan masyarakat. “Kita hanya ingin sharing karena kebetulan saya pribadi bersama tim ini berada di bidang destinasi pariwisata yang menaungi tentang pemberdayaan masyarakat dan desa wisata,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Provinsi Jawa Timur sendiri memiliki sejumlah desa wisata yang juga berprestasi pada ajang WIA. Bahkan, dua desa wisata di daerah kami di Jawa Timur berhasil meraih peringkat teratas pada kategori desa wisata berbasis alam.

“Kemarin kami memang ada beberapa desa wisata yang masuk 60 besar terus masuk di 30 besar. Nah kebetulan di juara 1 dan juara 2 kategori desa wisata berbasis alam, yaitu Desa Sumberdem Kabupaten Malang sebagai juara 1 dan Desa Wonocoyo Kabupaten Trenggalek sebagai juara 2,” tuturnya.

Baca Juga:  Tastura Mengajar Gandeng PDAM Lombok Tengah dan TP PKK NTB Kuatkan Literasi Siswa

Menurutnya, Desa Wisata Bilebante memiliki cerita transformasi yang sangat menarik. Desa yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan tambang pasir, kini beralih menjadi destinasi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Bahkan, aktivitas tambang pasir di kawasan tersebut telah dihentikan.

“Perubahan itu luar biasa. Mengubah industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak tentu tidak mudah. Pasti prosesnya berat, mungkin penuh pengorbanan, tapi hasilnya bisa kita lihat sekarang,” katanya.

Keunikan desa wisata ini, lanjutnya, terletak pada konsep wisata yang mengangkat kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya mengandalkan satu daya tarik tertentu. Wisatawan diajak merasakan langsung kehidupan warga melalui paket wisata yang dipandu oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).“Wisatawan datang sebagai tamu dan pulang sebagai keluarga. Ini konsep yang sangat kuat. Mereka tidak menjual bangunan, tapi menjual pengalaman dan rasa,” ujarnya.

Hal lain, sebut dia, komitmen Desa Wisata Bilebante dalam memprioritaskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dibandingkan pembangunan fisik. Setiap bantuan program maupun Corporate Social Responsibility (CSR) lebih diarahkan pada pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

“Tidak banyak desa wisata yang berpikir ke arah SDM. Umumnya begitu dapat anggaran langsung membangun gerbang, gazebo, atau bangunan fisik. Di sini justru fokusnya peningkatan kapasitas masyarakat, dan hasilnya terlihat. Dengan pelatihan yang intensif kepada kualitas SDM-nya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudailun, menyambut baik kedatangan perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa setiap tamu yang berkunjung ke Desa Wisata Bilebante selalu disambut dengan filosofi kebersamaan. “Setiap yang datang berkunjung ke Desa Bilebante, slogan kami di sini adalah datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga,” sebutnya. (Lun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katantb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎
Kemarau Panjang, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Gelar Salat Istisqo Memohon Hujan
Kapolresta Loteng Beri Motivasi dan Edukasi kepada Siswa saat Upacara di SMAN 4 Praya
Polresta Loteng Olah TKP Lakalantas di Mandalika, Satu WNA Meninggal Dunia ‎
Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun, Polisi Selidiki Penyebabnya
Pimpinan Ponpes di Pratim Jadi DPO Polisi Terkait Dugaan Persetubuhan Anak
Polresta Loteng Tetapkan Mantan Pimpinan Ponpes di Jonggat Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual
Personel Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:09 WITA

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:07 WITA

Kemarau Panjang, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Gelar Salat Istisqo Memohon Hujan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:21 WITA

Polresta Loteng Olah TKP Lakalantas di Mandalika, Satu WNA Meninggal Dunia ‎

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:33 WITA

Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun, Polisi Selidiki Penyebabnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:37 WITA

Pimpinan Ponpes di Pratim Jadi DPO Polisi Terkait Dugaan Persetubuhan Anak

Berita Terbaru

Lombok Timur

Reses di Montong Orang, Mahdan Serap Aspirasi Warga

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:04 WITA

Lombok Tengah

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎

Senin, 26 Okt 2026 - 18:09 WITA