Lombok Barat – Menteri Perhubungan RI didampingi Direktur RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat, Gubernur NTB, dan Wakil Bupati Lombok Barat mengunjungi RSUD Patut Patuh Patju, Kamis. Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi dan penanganan korban insiden terbakarnya Kapal Putri Yasmin rute Padang Bai Bali – Pelabuhan Lembar.
Sejak pagi sebelum kunjungan Menteri, Direktur RSUD Patut Patuh Patju bersama Wakil Direktur Pelayanan dan Kepala Bidang Pelayanan Medis telah turun langsung ke lapangan memantau penanganan korban. Pihak rumah sakit juga menyiagakan armada ambulans PSC 119 untuk membantu proses evakuasi korban dari Pelabuhan Lembar menuju rumah sakit.
Kabid Pelayanan Medis RSUD Patut Patuh Patju, drg. Nyoman Adnyana mengatakan, pihaknya telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita sudah maksimalkan pelayanan dan evakuasi, semua sumber daya kita kerahkan untuk memberi pelayanan dan evakuasi yang terbaik. Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak semua berjalan dengan lancar,” ujar drg. Nyoman Adnyana saat ditemui awak media di sela penanganan.
Ia menegaskan komitmen RSUD Patut Patuh Patju untuk memberikan pelayanan maksimal tidak hanya bagi korban kebakaran kapal, tetapi bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Kami berkomitmen RSUD Patut Patuh Patju akan memberikan pelayanan yang maksimal bukan hanya korban kapal kebakaran saja, semua kalangan masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan pengobatan yang terbaik,” imbuhnya.
Atas nama Direktur RSUD Patut Patuh Patju, Suryadi, dan seluruh jajaran pegawai, drg. Nyoman Adnyana menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menteri Perhubungan, Gubernur NTB, dan Wakil Bupati Lombok Barat yang telah melihat langsung proses penanganan korban.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan masih terdapat kekurangan.
“Segala bentuk kekurangan dan pelayanan, saya mewakili Dirut Rumah Sakit Patut Patuh Patju Bapak Suryadi meminta maaf jika pelayanan ada kekurangan dan kami sudah maksimalkan buat yang terbaik,” katanya.
Dengan suara tertatih dan sedih, drg. Nyoman turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kecelakaan laut tersebut.
“Semoga korban yang selamat maupun meninggal dunia agar tabah dan lapang dada menerima ujian seberat ini. Untuk korban meninggal semoga amal ibadahnya diterima di sisi ALLAH SWT dan keluarga korban yang ditinggalkan semoga ikhlas dan tabah. Sekali lagi saya mewakili segenap pegawai RSUD Patut Patuh Patju turut berduka cita atas terjadinya kecelakaan laut Kapal Putri Yasmin,” pangkasnya. (MN)















