Lombok Tengah – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, dr. Mamang Bagiansyah, mengungkapkan komitmen dan rencana strategis rumah sakit dalam meningkatkan fasilitas serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Tengah.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjadikan RSUD Praya sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Lombok Tengah,” ujar dr. Mamang, kepada wartawan, di Praya, Kamis (29/01/2026)
Ia menjelaskan, visi dan misi RSUD Praya difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, manajemen rumah sakit menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penambahan layanan unggulan, serta penguatan sarana dan prasarana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskannya, Dalam penerapan prinsip dasar pelayanan kesehatan, RSUD Praya menekankan sikap ramah serta perilaku profesional seluruh tenaga kesehatan. Selain itu, peningkatan kompetensi SDM dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan staf secara berkelanjutan, serta penerapan standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Mutu pelayanan juga kami jaga melalui sistem manajemen mutu, survei kepuasan pasien, dan umpan balik dari keluarga pasien,” jelasnya.
Lanjutnya, terkait pelayanan kedokteran spesialis, Dr. Mamang menyebutkan RSUD Praya saat ini memiliki 34 dokter spesialis dan 30 dokter umum. Ke depan, rumah sakit merencanakan penambahan dokter spesialis jiwa, ortopedi, dan jantung guna memperluas cakupan layanan.
“RSUD Praya juga terus melakukan modernisasi fasilitas, seiring dengan peningkatan status rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B. Kenaikan status ini memungkinkan pengembangan pelayanan kedokteran spesialis yang lebih luas serta subspesialis terbatas,” katanya.
Selain itu, sebutnya, RSUD Praya diproyeksikan menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan Latihan (Diklat). Dalam mendukung hal tersebut, rumah sakit menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, di antaranya Universitas Mataram, BPJS Kesehatan, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTB, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun peningkatan mutu pelayanan.
Diakuinya, dari sisi pengelolaan, RSUD Praya menerapkan sistem keuangan yang transparan dan akuntabel, dengan perencanaan anggaran yang disesuaikan kebutuhan serta efisiensi biaya operasional. “Pengembangan teknologi dan SDM juga dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan, dalam menjamin akses pelayanan kesehatan, RSUD Praya memastikan layanan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat kurang mampu. Hal tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tarif yang terjangkau, serta sistem pembayaran yang fleksibel. RSUD Praya juga aktif bekerja sama dengan lembaga sosial dan menghadirkan layanan kesehatan di luar rumah sakit, seperti posyandu dan puskesmas.
“Peningkatan status RSUD Praya menjadi tipe B merupakan hasil kerja keras manajemen rumah sakit serta dukungan penuh pemerintah daerah,” kata dr. Mamang.
Dengan berbagai langkah tersebut, pihaknya berharap RSUD Praya mampu terus meningkatkan kapasitas layanan dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, profesional, dan berkualitas bagi masyarakat Lombok Tengah. (MN).














