Desa Wisata Bilebante Raih Juara Umum WIA Tingkat Nasional

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 20:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Katantb.com – Desa Wisata Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih Juara Umum Wonderful Indonesia Award (WIA) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta, Jum’at 5 Desember 2025 pekan kemarin. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri setelah melalui proses seleksi dan asesmen yang ketat.

Keikutsertaan Desa Wisata Bilebante dalam ajang tersebut berawal dari dorongan Dinas Pariwisata Provinsi NTB yang menganjurkan desa tersebut untuk mengikuti WIA.

“Proses pendaftaran berlangsung sejak 15 Agustus hingga Desember, dengan tahapan asesmen dilaksanakan pada November,” ujar Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudailun kepada katantb.com saat ditemui di Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin, 15 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskannya, setelah melengkapi seluruh dokumen dan asesmen secara daring, tim penilai dari Kementerian Pariwisata langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual di Desa Bilebante. Tim asesmen terdiri dari unsur Kementerian Pariwisata, akademisi, serta penulis dan wartawan internasional. Penilaian tidak hanya dilakukan oleh satu pihak, melainkan melibatkan berbagai latar belakang profesional.

“Proses asesmen hampir seperti ujian skripsi, kami diuji dengan berbagai pertanyaan untuk memastikan apakah apa yang kami tuangkan secara online benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Pada saat pelaksanaan asesmen, Asrok Mudailun mengaku, tidak memiliki ekspektasi tinggi. Namun hasil yang diperoleh justru di luar dugaan. Desa Wisata Bilebante yang dipimpinnya diumumkan sebagai juara umum terbaik Indonesia pada malam penganugerahan yang juga dihadiri jajaran Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan para pemenang dari berbagai daerah.

“Keunikan Desa Wisata Bilebante terletak pada konsep wisata yang ditawarkan. Desa ini tidak menjual kemewahan destinasi alam seperti pantai atau gunung, melainkan menyuguhkan pengalaman wisata berbasis kehidupan desa, hamparan sawah hijau, serta sunset yang dapat dinikmati di pematang sawah.Yang dinilai bukan semata-mata alam atau destinasi mewah, tetapi pengalaman, aktivitas, dan keaslian kehidupan masyarakat desa,” tandasnya.

Baca Juga:  Lepas Keberangkatan Terakhir 31 Desember 2025, BIZAM Sambut Penumpang Perdana 1 Januari 2026

Ia menegaskan bahwa kunci pengembangan desa wisata terletak pada konsistensi pelayanan dan pembuktian di lapangan. “Wisatawan tidak hanya percaya pada apa yang kita katakan, tetapi pada apa yang benar-benar mereka rasakan. Dan slogan kami di sana, ‘Datang sebagai tamu pulang sebagai keluarga,'” terangnya.

Diakuinya, untuk kunjungan wisatawan setiap tahunnya selalu ada peningkatan. “Kemarin itu, sekitar 4.000 ditahun 2024, sekarang ini sudah melampaui, lebih dari angka 4000. Bahkan, hampir kena 4.500,” katanya.

Sementara itu Sekretaris desa wisata hijau Bilebante, Abdul Halik, kepada katantb.com, saat ditemui di Sekretariat desa wisata hijau Bilebante, Senin, (15/12/2025), mengungkapkan, Secara keseluruhan, di tahun 2025 total kunjungan baik domestik maupun mancanegara sekitar 4.500 orang.

“Enam bulan terakhir ini kisaran 3.500 total pengunjung. Kalau yang mendominasi kunjungan mancanegara itu dari Prancis, Jerman, kemudian Maroko dan Uni Emirat Arab di bulan Juni, Juli, dan Agustus. Selain bulan itu, yang mendominasi Singapura dan Malaysia dengan kisaran 600 sampai 1.000 orang,” jelasnya.

“Kategori usia pengunjung dewasa lah dari 20 tahun sampai 70 tahun,” sambungnya.

Harapan kami, kata Abdul Halik, ke depan kunjungan terus meningkat. Promosi akan kami perkuat, kerja sama dengan travel kami tambah hingga sekitar 200 travel, serta kolaborasi dengan akademisi seperti Unram, Poltekpar, STP Bandung, UIN, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bima.”Kami juga berencana meningkatkan kualitas konten promosi, pelatihan bahasa Inggris,” katanya.

Selain itu, sebut dia, ada beberapa objek wisata yang lainnya yang kita miliki, seperti pasar pancingan dan aktivitas petani di sawah. “Mungkin kedepannya kita tambah jalur yang ekstrem yang di atv-nya mungkin kita buat yang ada becek-beceknya, mungkin ada yang berlumpur. Mungkin selama ini kan kita pakai family trip lah nggak ada lumpur-lumpurnya. Ke depannya mungkin kita adakan,” pungkasnya. (Lun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katantb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Polresta Olah TKP Penemuan Mayat Tergantung di Kawasan Hutan BKU ‎
Patroli Intensif Polsek Praya Barat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum
‎Polres Loteng Deklarasikan Kampung Bebas dari Narkoba di Desa Sengkol Kecamatan Pujut
Polres Loteng Tangkap Pelaku Curas di Praya Barat Daya
‎Polres Loteng Tetapkan Seorang Guru Ponpes di Pujut Jadi Tersangka Kasus Pencabulan ‎
FOGER Pemuda Aik Meneng Resmi Berdiri, Siap Berdayakan Potensi Empat Kecamatan
Cegah Penyelundupan Manusia, Polres Loteng Bersama AFP Gelar Edukasi Ke Masyarakat Pesisir
[HOAKS] Klaim Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah   
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:02 WITA

‎Polresta Olah TKP Penemuan Mayat Tergantung di Kawasan Hutan BKU ‎

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:01 WITA

Patroli Intensif Polsek Praya Barat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukum

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:59 WITA

‎Polres Loteng Deklarasikan Kampung Bebas dari Narkoba di Desa Sengkol Kecamatan Pujut

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:16 WITA

Polres Loteng Tangkap Pelaku Curas di Praya Barat Daya

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:59 WITA

FOGER Pemuda Aik Meneng Resmi Berdiri, Siap Berdayakan Potensi Empat Kecamatan

Berita Terbaru

Lombok Tengah

Polres Loteng Tangkap Pelaku Curas di Praya Barat Daya

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:16 WITA