Katantb.com – Desa Wisata Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih Juara Umum Wonderful Indonesia Award (WIA) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta, Jum’at 5 Desember 2025 pekan kemarin. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri setelah melalui proses seleksi dan asesmen yang ketat.
Keikutsertaan Desa Wisata Bilebante dalam ajang tersebut berawal dari dorongan Dinas Pariwisata Provinsi NTB yang menganjurkan desa tersebut untuk mengikuti WIA.
“Proses pendaftaran berlangsung sejak 15 Agustus hingga Desember, dengan tahapan asesmen dilaksanakan pada November,” ujar Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudailun kepada katantb.com saat ditemui di Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin, 15 Desember 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskannya, setelah melengkapi seluruh dokumen dan asesmen secara daring, tim penilai dari Kementerian Pariwisata langsung turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual di Desa Bilebante. Tim asesmen terdiri dari unsur Kementerian Pariwisata, akademisi, serta penulis dan wartawan internasional. Penilaian tidak hanya dilakukan oleh satu pihak, melainkan melibatkan berbagai latar belakang profesional.
“Proses asesmen hampir seperti ujian skripsi, kami diuji dengan berbagai pertanyaan untuk memastikan apakah apa yang kami tuangkan secara online benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tuturnya.
Pada saat pelaksanaan asesmen, Asrok Mudailun mengaku, tidak memiliki ekspektasi tinggi. Namun hasil yang diperoleh justru di luar dugaan. Desa Wisata Bilebante yang dipimpinnya diumumkan sebagai juara umum terbaik Indonesia pada malam penganugerahan yang juga dihadiri jajaran Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan para pemenang dari berbagai daerah.
“Keunikan Desa Wisata Bilebante terletak pada konsep wisata yang ditawarkan. Desa ini tidak menjual kemewahan destinasi alam seperti pantai atau gunung, melainkan menyuguhkan pengalaman wisata berbasis kehidupan desa, hamparan sawah hijau, serta sunset yang dapat dinikmati di pematang sawah.Yang dinilai bukan semata-mata alam atau destinasi mewah, tetapi pengalaman, aktivitas, dan keaslian kehidupan masyarakat desa,” tandasnya.
Ia menegaskan bahwa kunci pengembangan desa wisata terletak pada konsistensi pelayanan dan pembuktian di lapangan. “Wisatawan tidak hanya percaya pada apa yang kita katakan, tetapi pada apa yang benar-benar mereka rasakan. Dan slogan kami di sana, ‘Datang sebagai tamu pulang sebagai keluarga,'” terangnya.
Diakuinya, untuk kunjungan wisatawan setiap tahunnya selalu ada peningkatan. “Kemarin itu, sekitar 4.000 ditahun 2024, sekarang ini sudah melampaui, lebih dari angka 4000. Bahkan, hampir kena 4.500,” katanya.
Sementara itu Sekretaris desa wisata hijau Bilebante, Abdul Halik, kepada katantb.com, saat ditemui di Sekretariat desa wisata hijau Bilebante, Senin, (15/12/2025), mengungkapkan, Secara keseluruhan, di tahun 2025 total kunjungan baik domestik maupun mancanegara sekitar 4.500 orang.
“Enam bulan terakhir ini kisaran 3.500 total pengunjung. Kalau yang mendominasi kunjungan mancanegara itu dari Prancis, Jerman, kemudian Maroko dan Uni Emirat Arab di bulan Juni, Juli, dan Agustus. Selain bulan itu, yang mendominasi Singapura dan Malaysia dengan kisaran 600 sampai 1.000 orang,” jelasnya.
“Kategori usia pengunjung dewasa lah dari 20 tahun sampai 70 tahun,” sambungnya.
Harapan kami, kata Abdul Halik, ke depan kunjungan terus meningkat. Promosi akan kami perkuat, kerja sama dengan travel kami tambah hingga sekitar 200 travel, serta kolaborasi dengan akademisi seperti Unram, Poltekpar, STP Bandung, UIN, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bima.”Kami juga berencana meningkatkan kualitas konten promosi, pelatihan bahasa Inggris,” katanya.
Selain itu, sebut dia, ada beberapa objek wisata yang lainnya yang kita miliki, seperti pasar pancingan dan aktivitas petani di sawah. “Mungkin kedepannya kita tambah jalur yang ekstrem yang di atv-nya mungkin kita buat yang ada becek-beceknya, mungkin ada yang berlumpur. Mungkin selama ini kan kita pakai family trip lah nggak ada lumpur-lumpurnya. Ke depannya mungkin kita adakan,” pungkasnya. (Lun)














