Ramai Isu Keracunan MBG, Lambe Turah Disebut Tak Hadir Saat Wawancara

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Soal kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, Lambe Turah ternyata tak ada di lokasi saat wawancara seperti dalam video viral.

 

Lambe Turah dipastikan hanya menggunakan data dan pernyataan yang tidak utuh, lalu menggunakanya sebagai bahan pemberitaan yang kemudian diteruskan ke akun media sosialnya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah seorang tokoh muda Kabupaten Lombok Tengah, Agus Sukandi, Selasa 10 Pebruari 2026 di Praya menyatakan, ternyata setelah pihaknya melakukan telaah, analisa dan mendengar utuh video wawancara tersebut, Lambe Turah salah besar dalam menangkap ide dan gagasan narasumber dalam hal ini Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri S.Ip.

 

“Dalam video itu, ternyata yang disebut wajar oleh bupati itu adalah interval angka kejadian dari total penerima MBG yang ada di seluruh Indonesia. Dari 60 juta penerima setiap harinya, yang kejadian keracunan cuma belasan orang saja, maka angka kejadian keracunan itulah yang wajar,” jelas Agus Sukandi.

 

Masyarakat lanjut Agus, harus bisa membedakan antara pernyataan “Wajar keracunan terjadi” , dengan “Angka kejadian keracunan yang masih wajar”.

 

Sehingga jelas, bahwa ide atau gagasan yang ingin disampaikan oleh Bupati Lombok Tengah dalam wawancara itu adalah angka kejadian keracunan yang saat ini terjadi masih wajar, bukan mengatakan kalau keracunan itu wajar.

 

Namun demikian, Agus percaya bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas dalam menelaah hal tersebut.

 

“Tidak mungkin dalam sebuah kejadian di mana ada masyarakat yang mengalami musibah keracunan, lalu seorang pemimpin apalagi sekelas bupati akan bilang kalau keracunan atas masyarakatnya itu wajar,” pungkas Agus.

Baca Juga:  Polres Lombok Tengah Selidiki Dugaan Pemalsuan Surat di Praya Barat, Terlapor Berinisial MND

 

Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip via call WA mengatakan, dalam program MBG ini, ada 60 juta orang penerima mamfaat setiap hari di seluruh Indonesia dari 22.275 Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sekaligus telah membuka 1.000.000 lapangan pekerjaan di 38 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

 

“Nah kalau hari ini ada keracunan misalnya, lima orang, sepuluh orang atau anggaplah lima belas, dibandingkan dengan penerima mamfaat sebanyak 60 juta orang, maka kan perbandinganya jauh. Saya bilang begitu kemarin,” tutur bupati mengulas kembali wawancaranya pada video yang kini diduga difreaming negatif tersebut.

 

Dengan penjelasanya pada penekanan interval angka yang jauh itu, bupati ketika itu kemudian menjelaskan agar hal tersebut tidak diperluas oleh wartawan yang wawancara.

 

“Hanya saja saat saya bilang rekan-rekan wartawan jangan diperluas, itu ternyata dipotong (kemudian) diambil untuk kepentingan mereka, Lambe Turah itu,” tandas Bupati.

 

Bupati kembali tegaskan, yang ia maksud adalah angka interval yang sangat jauh itu, kemudian akan membuat semua pihak ribut. Pendekatan komunikasi yang disampaikan dirinya saat wawancara itu lanjut bupati sangat jelas, sehingga tidak perlu dilakukan bimbingan.

 

“Apa yang saya sampaikan saat wawancara itu by data, hanya saja saat wawancara itu, Lambe Turah tidak ada di sana,” pungkas Ketua DPD Gerindra NTB ini. (JILT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katantb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎
Kemarau Panjang, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Gelar Salat Istisqo Memohon Hujan
Kapolresta Loteng Beri Motivasi dan Edukasi kepada Siswa saat Upacara di SMAN 4 Praya
Polresta Loteng Olah TKP Lakalantas di Mandalika, Satu WNA Meninggal Dunia ‎
Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun, Polisi Selidiki Penyebabnya
Pimpinan Ponpes di Pratim Jadi DPO Polisi Terkait Dugaan Persetubuhan Anak
Polresta Loteng Tetapkan Mantan Pimpinan Ponpes di Jonggat Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual
Personel Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:09 WITA

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:07 WITA

Kemarau Panjang, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Gelar Salat Istisqo Memohon Hujan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:03 WITA

Kapolresta Loteng Beri Motivasi dan Edukasi kepada Siswa saat Upacara di SMAN 4 Praya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:21 WITA

Polresta Loteng Olah TKP Lakalantas di Mandalika, Satu WNA Meninggal Dunia ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:37 WITA

Pimpinan Ponpes di Pratim Jadi DPO Polisi Terkait Dugaan Persetubuhan Anak

Berita Terbaru

Lombok Tengah

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎

Senin, 26 Okt 2026 - 18:09 WITA