[HOAKS] Klaim Informasi Dugaan Penculikan Anak di Desa Batunyala Lombok Tengah   

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan klaim dugaan percobaan penculikan anak yang beredar di media sosial di wilayah Dusun Majan, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, merupakan informasi yang tidak terbukti kebenarannya atau hoaks.

 

Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Polsek Praya Tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengecekan langsung di lapangan pada Rabu (06/05/2026) kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, dalam keterangannya mengatakan bahwa informasi yang beredar bermula dari unggahan salah satu akun Facebook pada Selasa (5/5) terkait dugaan percobaan penculikan anak di Kampung Penyambung, Dusun Majan, Desa Batunyala.

 

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sumber informasi berasal dari grup WhatsApp guru dan wali murid Desa Batunyala. Klaim narasi itu kemudian menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat.

 

“Setelah dilakukan pulbaket dan pengecekan langsung di lapangan, informasi dugaan penculikan anak tersebut dipastikan tidak terbukti kebenarannya,” ujar Iptu Lalu Brata Kusnadi.

 

Berdasarkan hasil penelusuran petugas kepolisian, peristiwa sebenarnya terjadi pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu seorang warga Kampung Penyambung bernama Inaq ita keluar rumah untuk membeli pulsa di kios yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

 

Anak balitanya bernama Rayanza (3) yang semula berada di rumah kemudian keluar menyusul ibunya sambil menangis. Melihat seorang anak kecil berjalan sendiri di jalan sambil menangis, seorang warga sekitar berupaya membantu dengan mengajak anak tersebut menyusul ibunya.

Baca Juga:  Pemkab Lombok Tengah Raih Penghargaan UHC Madya 2026

 

Namun karena si anak terus menangis, warga tersebut bersama beberapa masyarakat lainnya kemudian berinisiatif mengamankan balita itu di sebuah warung milik warga bernama inaq Yani untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Tidak lama kemudian, ayah korban bernama Suhaili yang baru pulang bekerja melihat anaknya sedang berada di tengah kerumunan warga. Ia kemudian langsung menggendong dan membawa anak tersebut pulang.

 

Kepala Dusun Majan atas nama Amin saat dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian juga turut menegaskan bahwa isu penculikan anak yang beredar di media sosial tersebut tidak benar terjadi.

 

Pihak Kepolisian menyayangkan beredarnya informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya yang berasal dari media sosial dan pesan berantai yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” ucap Kasi Humas Iptu Lalu Brata.

 

Lebih lanjut, Polres Lombok Tengah berharap masyarakat tetap tenang serta bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif dengan mengedepankan budaya cek fakta sebelum membagikan informasi di ruang digital. (JILT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel katantb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎
Kemarau Panjang, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Gelar Salat Istisqo Memohon Hujan
Kapolresta Loteng Beri Motivasi dan Edukasi kepada Siswa saat Upacara di SMAN 4 Praya
Polresta Loteng Olah TKP Lakalantas di Mandalika, Satu WNA Meninggal Dunia ‎
Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun, Polisi Selidiki Penyebabnya
Pimpinan Ponpes di Pratim Jadi DPO Polisi Terkait Dugaan Persetubuhan Anak
Polresta Loteng Tetapkan Mantan Pimpinan Ponpes di Jonggat Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual
Personel Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:09 WITA

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:07 WITA

Kemarau Panjang, PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Gelar Salat Istisqo Memohon Hujan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:03 WITA

Kapolresta Loteng Beri Motivasi dan Edukasi kepada Siswa saat Upacara di SMAN 4 Praya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:21 WITA

Polresta Loteng Olah TKP Lakalantas di Mandalika, Satu WNA Meninggal Dunia ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:37 WITA

Pimpinan Ponpes di Pratim Jadi DPO Polisi Terkait Dugaan Persetubuhan Anak

Berita Terbaru

Lombok Tengah

Polresta Lombok Tengah Gelar Operasi Patuh Rinjani 2026 ‎

Senin, 26 Okt 2026 - 18:09 WITA