Lombok Tengah – Belajar jurnalistik menjadi pengalaman langsung bagi siswa MA Sabilurrasyad Barabali yang turun ke lapangan untuk mewawancarai warga guna mengasah keterampilan dasar jurnalistik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik 2026 yang mengusung tema “Melahirkan jurnalis muda yang kritis dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, dan beretika dalam menyajikan informasi”, yang digelar Lembaga Pers Sekolah MA Sabilurrasyad Barabali, Lombok Tengah, Sabtu hingga Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam diklat ini, para siswa terlihat mewawancarai warga secara langsung di lapangan sebagai upaya melatih kemampuan jurnalistik, khususnya teknik wawancara. Praktik tersebut didampingi langsung oleh Jurnalis NTBTerkini, Kadri Ramdani, yang juga menjadi salah satu pemateri dalam Diklat Jurnalistik tersebut.
Saat ditanya mengenai hasil wawancara yang dilakukan siswa, Kadri menilai para peserta cukup memahami materi yang ingin digali dari narasumber. Ia juga melihat para siswa tampak santai dan percaya diri saat melakukan wawancara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah,” katanya singkat kepada KataNTB.com.
Kadri Ramdani menjelaskan, dalam proses wawancara ini peserta atau siswa dibekali pemahaman dasar serta teknik praktis dalam melakukan wawancara jurnalistik. “Mulai dari persiapan pertanyaan, teknik menggali informasi, hingga menjaga etika dan akurasi dalam proses wawancara,” sebutnya.
Ia menambahkan, materi wawancara menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan siswa agar mampu menghasilkan berita yang kredibel, faktual, dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Jurnalis Independen Lombok Tengah (JILT) itu.
Selain Kadri Ramdani sebagai pemateri, panitia juga menghadirkan pemateri lainnya sesuai dengan keahlian masing-masing di bidang jurnalistik. Di antaranya, Abdul Latif Apriaman, S.I.Kom, jurnalis Tempo, yang mengulas dasar-dasar jurnalistik serta etika jurnalistik.
Sementara itu, Sading Alkatiri, Ketua Jurnalis Independen Lombok Tengah (JILT) sekaligus pengelola Postlombok.com, membahas teknik penulisan berita di lapangan. Adapun Zainul Bahri, S.Kom, jurnalis koranlombok.id, berbagi pengetahuan mengenai teknik fotografi serta pengambilan video jurnalistik.
Pemateri lainnya, Tomi Hasan Basri, S.Pd, praktisi media dan KADIV Media KAMMI Mataram, memberikan pelatihan desain grafis serta pengembangan konten kreator.
Melalui Diklat Jurnalistik 2026 ini, Lembaga Pers Sabilurrasyad berharap dapat melahirkan jurnalis muda yang mampu menyajikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital. (LN)














